HMI DISTRUPTIVE
Catatan ini berasal dari subjektivitas penulis terhadap poin penting dan inti dari buku. Objektivitas pada buku saya resume sesingkat mungkin dengan tanpa mengubah orisinalitas karya.
HMI DESTRUCTIVE
Karya : Aidil Afdan Panangrang
Penerbit : Murray Buana Media
Resume by : Wafa Murtadho
Eksistensi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai salah satu organisasi besar sudah tidak bisa terbantahkan lagi. Didirikan pada saat revolusi kemerdekaan Indonesia menjadikan HMI terbiasa dengan berbagai prahara yang terjadi. Diantaranya mengusir agresi militer Belanda, menghadapi PKI dan CGMI sebagai rival organisasi, berperan dalam pergerakan mahasiswa tahun 1966 (angkatan 66), menghadapi berbagai konflik di era Orde Baru termasuk asas tunggal Pancasila hingga ikut serta meruntuhkan Orde Baru yang mengakibatkan lahirnya Reformasi.
Terdapat sebab-sebab khusus yang melatarbelakangi kelahirannya antara lain adalah:
1. Penjajahan Belanda atas Indonesia dan tuntutan perang kemerdekaan.
2. Kesenjangan dan kejumudan umat islam dalam pengetahuan, pemahaman dan penghayatan serta pengamalan ajaran Islam.
3. Kebutuhan akan pemahaman, penghayatan keagamaan.
4. Munculnya polarisasi politik
5. Perkembangan paham dan ajaran komunis dikalangan masyarakat dan mahasiswa.
6. Kedudukan Perguruan tinggi dan dunia kemahasiswaan yang strategis.
7. Kemajemukan bangsa Indonesia
8. Tuntutan modernisasi dan tantangan masa depan.
HMI dari masa ke masa:
Berdasarkan buku panduan perkaderan Basic Training, diketahui bahwa secara umum terdapat sebelas fase perjuangan HMI, yakni:
1. Fase Konsolidasi Spiritual dan Proses berdirinya HMI (1946)
2. Fase berdiri dan pengokohan (5 Februari - 30 Nov 1946)
3. Fase perjuangan bersenjata dan perang kemerdekaan
4. Fase pembinaan dan pengembangan organisasi (1950-1963)
5. Fase tantangan 1 Menghadapi PKI (1964-1965)
6. Fase kebangkitan HMI sebagai pejuang order baru dan pelapor kebangkitan angkatan 66 (1966-1968)
7. Fase partisipasi HMI dalam pembangunan (1969-Sekarang)
8.Fase pergolakan dan pembaharuan pemikiran (1970-1998)
9.Fase Reformasi (1998-2000)
10.Fase tantangan II (2000-sekarang)
11fase kebangkitan kembali (2006-Sekarang)
Harapan besar terhadap HMI
Konseptualisasi harapan dibagi menjadi tiga, yaitu harapan sebagai proses emosi, harapan sebagai proses kognitif, dan harapan sebagai proses emosi dan kognitif (Lopez & Snyder, 2003)
Harapa dianggap tepat apabila tujuan dan harapan:1) dapat dicapai secara rasional, 2) dapat dikontrol, 3) dipandang penting oleh individu, dan 4) dapat diterima pada level sosial maupun moral.
Kemudian yang harus dimiliki HMI baik secara individu kader maupun keorganisasian adalah agency thinking atau willpower yang merupakan komponen motivasional dari teori harapan. Agency Thinking adalah kapasitas dan perasaan yakin untuk mencapai tujuan, baik masa lalu, masa kini, maupun masa depan. Waypower merupakan kemampuan seseorang untuik mengembangkan suatu jalur dan mampu untukmembuat rencana sukses untuk mencapai tujuan.
Ujian ideologi HMI. Namun terbentuknya HMI sebagai respon atas kondisi keislaman dan keindonesiaan menjadikannya memiliki keperibadian sempurna yakni perpaduan antara seorang muslim sejati sekaligus sebagai bangsa indonesia. Sebagai Kawah Candradimuka mahasiswa HMI menanggung tugas mulia sebagai agen perubahan (agen of change), kontrol sosial (agen of sosial control), kekuatan moral (moral force), dan pemimpin masa depan (iron stock).
BAB IIPerkaderan sebagai jantunng HMI
Kader adalah bagian dari suatu kelompok atau organisasi yang dipilih dan dilatih untuk menjadi tulang punggung (penerus) organisasi yang lebih besar. Kader adalah anggota inti organisasi, mereka ini adalah ujung tombak dan penggerak organisasi. Pertama, seorang kader bergerak dan terbentuk dalam berorganisasi, mengenai aturan-aturan permainan organisasi dan tidak bermain sendiri sesuai dengan selera pribadi. Kedua, seorang kader mempunyai komitmen yang terus menerus (permanen), tidak mengenal semangat musiman, tetapi utuh dan istiqomah (konsisten) dalam memperjuangkan dan melaksanakan kebenaran. Ketiga, seorang kader memiliki bobot dan kualitas sebagai tulang punggung atau kerangka yang mampu menyangga kesatuan komunitas manusia yang lebih besar. Keempat, seorang kader memiliki visi dan perhatian yang serius.
HMI adalah organisasi yang outputnya adalah individu-individu dengan memiliki 5 kualitas insan cita padanya, yakni sebagai insan akademis. Kedua adalah kualitas pencipta dimana setiap kader HMI harus menjadi manusia yang inovatif (Man of Inovator). Ketiga, terbinanya kader yang memiliki sifat pengabdi. Keempat, terbinanya kader HMI yang bernafaskan islam dan terakhir terbinanya kader HMI yang bertanggung jawab.
Nilai Dasar Perjuangan HMI Sebagai Ruh Perkaderan
Pertama di NDP HMI berisi mengenai dasar-dasar kepercayaan. ketauhidan adalah hal utama yang diajarkan dalam HMI karena pada dasarnya iman merupakan kunci pembentukan seorang kader sebelum dia berrilmu dan beramal. Memahami kemanusiaan merupakan salah atu pondasi dasar seorang kader HMI dalam menjalani perjuangannya. Kemanusiaan (internationalisme) adalah nilai tatanan tertinggi dalam kehidupan antara sesama manusia mengenai nilai harkat dan martabat manusia.
Manusia sebagai makhluk monudualisme yakni sebagai makhluk individu dan juga makhluk sosisal memiliki cara untuk hidup dan bersosialisasi yang berbeda beda. manusia tidak selamanya dapat terus menerus sepanjang waktu bergaul dengan sesama manusia, namun adakalanya ia ingin menyendiri, oleh karena itulah terkadang manusia ingin pergi ke gunung, ke pantai atau ke huatan untuk memenuhi kebutuhan spiritualnya, untuk dapat lebih mengenal dirinya.Namun manusia juga tidak bisa selamanya hidup hanya sendiri dan mengisolasi diri, maka akan terjadi gangguan psikis bahkan bisa gila. Artinya meskipun manusia memiliki keduaanya yakni sebagai makhluk individu dan makhluk sosial, itu bukanlah suatu pilihan yang bisa dipilih salah satunya.
Dalam era distrupsi saat ini, dimana teknologi dapat mendekatkan yang jauh namun menjauhkan yang dekat harus menjadi salah satu piranti terlaksananya hubungan maanusia dengan Allah, diri sendiri, masyarakat dan lingkungannya agar tetap harmonis.
Dalam ilmu pengetahuan yang kita kembangkan sekarang bersumber dari berbagai macam hal. Seperti, Pengetahuan wahyu diperoleh diperoleh manusia atas dasar wahyu yang diberikan tuhan kepadany danbersifat eksternal. Kedua, Pengetahuan instuitif diperoleh manusia dari dalam dirinya sendiri, pada dia saat menghayati sesuatu melaui pemikiran dan perenungan yang konsisten terhadaap suatu objek tertentu. Ketiga, Pengetahuan rasional, pengetahuan yang diperoleh dengan latihan rasio atau akal semata, tidak disertai observasi terhadap peristiwa faktual. Contoh, panas diukur dengan derajat panas, berat diukur dengan timbangan, dan jauh diukur dengan meteran. Keempat, adalah empiris yang artinya pengalaman. manusia memperoleh pengetahuan melalui sebuah pengalamannya sendiri dengan bukti pengindraan.
Masyarakat Cita Ala HMI
sebagai Man of Future dan Man of Inovator
Masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat continue. Kontinuitas merupakan kesatuan masyarakat yang memiliki keempat ciri yitu: 1) Interaksi antara warga, 2) Adat istiadat, 3) Kontiunitas waktu, 4) Rasa identitas yang mengikat semua warga (Koentjaraningrat, 2009)
Pertama-tama adalah suatu big data dimana seluruh kader HMI dan KAHMI Se-Indonesia bahkan yang ada diluar negri dimungkinkan untuk masuk kedunia maya tersebut. Dunia maya tersebut dikatakan seperti grup atau bentuk lainnya yang hingga kini masih dikembangkan. Hal ini dilakukan sebagai piranti agar dapat tercipta interaksi agar warga HMI dari seluruh belahan dunia. Membangun kesamaan identitas merupakan salah satu ciri suatu masyarakat tidak terkecuali masyarakat cita ala HMI. istilah identitas nasional merupakan suatu penanda atau jati diri suatu bangsa terletak pada konsep suatu bangsa itu sendiri.
Martano, (2011) mengungkapkan studi peerubahan sosial akan melibatkan dimensi ruang dan waktu. dimensi ruang merujuk pada wilayyah terjadinya perubahan sosial serta kondisi yang melingkupinya. Dimensi waktu dalam studi perubahan meliputi koneksi masa lalu (past), sekarang (present), dan masa depan (future).
Man of future bukan hanya bukan hanya menemukan suatu yang baru saja, Jenis Inovasi, inovasi terdiri dari 4 jenis, yaitu:
1). Penemuan (invention) merupakan kereasi suatu produk, jasa atau proses baru yang belum pernah ada sebelumnya. konsep ini disebut revolusioner.
2). Pengembangan (ekstention) merupakan pengembangan suatu produk, jasa atau proses baru yang pernah ada,
3). Duplikasi (duplication) merupakan peniru suatu produk, jasa atau proses baru yang pernah ada dengan menambah sentuhan kereeatif untuk memperbaiki konsep agar lebih mampu memenangkan persaingan.
4). Sintesis (synthesis) merupakan perpaduan konsep dan faktor-faktor yang sudah ada menjadi formulasi baru.
hubungan inovasi dengan kebutuhan pasar yang didalamnya terdapat 5C, yaitu Competitor (pesaing), Competition (persaingan), Change of Competition (Perubahan Persaingan), Cha ge Driver (Penentuan Arah Perubahan), dan Customer behavior (Perilaku Konsumen). terminologi pasar di era distrupsi sudah mengalami transformasi dimana banyak platform pasar online yang menggeser pasar didunia nyata. inovasi mampu mengingkatkan nilai tambah perusahaan apabila memenuhi beberapa unsur tersebut: 1) Terdapat unsur efesiensi dan efektifitas, 2) Inovasi harus sejalan dengan visi dan misi perusahaan, 3) Inovasi harus bisa ditingkatkan lagi (berkelanjutan). Cummings (Toha 2008, hlm. 8) menjelaskan bahwa perilaku organisasi adalah suatu cara berfikir, suatu cara untuk memahami persoalan-persoalan-persoalan dan menjelaskan secara nyata hasil-hasil penemuan berikut tindakan-tindakan pemecahan.
.png)
Komentar
Posting Komentar